Menjaga Kesehatan Mental Dari Pacaran Anak Muda
@daftarjds888
New Member
Joined: Jul 29, 2025
Last seen: Jul 29, 2025
3
Forum Posts
0
Topics
0
Questions
0
Answers
0
Question Comments
0
Liked
0
Received Likes
0
Received Dislikes
0/10
Rating
0
Blog Posts
0
Blog Comments

About Me

Menjaga Kesehatan Mental Dari Pacaran Anak Muda

 

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Nahar mengatakan pacaran pada usia anak sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan mental. Ia mengatakan pacaran merupakan bentuk relasi personal di mana satu sama lain bisa belajar untuk saling berkomunikasi, memahami perasaan, berkomitmen memecahkan masalah, saling mendukung untuk hal-hal yang positif sekaligus memahami batasan masing-masing. Dia menjelaskan hal menyedihkan dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah relasi kuasa yang menyebabkan korban, terutama perempuan, sulit menceritakan masalah karena khawatir diputuskan hubungan, diancam, dan dipermalukan. Dalam konteks anak, dia menilai perlu ada pendampingan karena belum semua anak memahami batasan dan konsekuensi hubungan pacarana.

 

Apalagi saat berada di masa remaja ketika  mengalami perkembangan besar dari sisi biologis, psikologis, sosial, dan emosional. Nahar menjelaskan selain memiliki dampak psikologis, kekerasan termasuk dalam kategori tindak pidana sehingga perlu diwaspadai agar dapat dibuktikan dan diberikan penanganan yang komprehensif. Ia menilai pacaran pada usia anak sebaiknya dihindari demi memastikan kondisi Kesehatan mental anak yang belum stabil tidak diganggu ketimpangan hubungan. Dia menjelaskan tren data kekerasan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Namun demikian, angka tersebut baru menyentuh 1 persen saja dari estimasi prevalensi nasional, baik di hasil survei nasional pengalaman hidup anak, remaja dan perempuan maupun pengalaman survei pengalaman kekerasan pada perempuan.

 

Masyarakat sudah mulai berani untuk melaporkan. Namun demikian dari angka tadi maka 1 persen dari jumlah total penduduk yang diestimasikan Tempat Slot Zeus 888 mengalami kekerasan itu masih sangat jauh," ungkapnya. Dia mengatakan fenomena gunung es perlu diwaspadai dan semua pihak perlu berkontribusi untuk menangani hal itu. "Diperlukan upaya komprehensif untuk mengurangi kekerasan, mulai dari membuat regulasi penguatan kapasitas kelembagaan, pergeseran paradigma dan perspektif yang tidak konstruktif, hingga perubahan perilaku pada diri sendiri," katanya.

 

Kesehatan Mental Bisa Berpengaruh Dari Pacaran

 

Saat menjadi orangtua, waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa. Tiba-tiba, anak sudah beranjak dewasa dan siap untuk menjalin hubungan dengan yang dicinta. Tapi, gaya pacaran anak zaman sekarang seringkali mengkhawatirkan. Kasus seperti kabur dari rumah bersama pacar, hingga pelecehan, kerap terjadi di tengah-masyarakat. Itulah pentingnya berdiskusi secara terbuka tentang pacaran anak zaman sekarang kepada anak-anak Anda. Saat memasuki usia pubertas biasanya anak sudah mulai mengerti pacaran, terkadang orangtua dibuat bingung bukan kepalang. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala; Apa yang harus dilakukan? Batasan apa yang harus diberikan? Terlebih lagi, remaja pintar dalam merahasiakan banyak hal yang sedang terjadi di dalam hidupnya, terutama tentang kisah kasih di sekolah atau cerita manis romansa lainnya.

 

Kalau sudah begini, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menangkis hal buruk tentang gaya pacaran anak zaman sekarang? Faktor-faktor ini harus diciptakan dan dihormati oleh mereka yang pacaran. Ajarkan juga pada anak, pasangan yang baik adalah mereka yang menerima anak Anda apa adanya, mendukung pilihan pribadi, tidak mengekang, hingga ikut senang saat anak-anak mencapai suatu kesuksesan. Salah satu hal yang sangat diwaspadai dari gaya pacaran anak zaman sekarang adalah kekerasan. Entah itu dari pihak pria atau wanita, keduanya bisa saja melakukan kekerasan jika tidak ada yang disenangi dari sikap pasangannya. Ajarkan kepada anak bahwa terdapat banyak jenis kekerasan yang mereka bisa alami, saat berpacaran dengan orang yang tidak baik.

 

Cinta bukanlah satu-satunya faktor yang ingin membuat seseorang menjadikan orang lain sebagai pacarnya. Beberapa faktor seperti nafsu dan obsesi, juga bisa membuat seseorang bertekad untuk memiliki orang lain. Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas Anda untuk memberikan batasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam hal sensitif seperti pacaran. Berikanlah aturan yang tegas, seperti tidak boleh pulang terlalu larut, menetapkan batasan mengenai teman yang boleh pergi dengannya, dan ketentuan lain yang mungkin Anda miliki. Dukungan seperti mengantarkan anak bertemu dengan pacarnya, hingga menjadi “telinga” yang siap mendengar curhatan sang anak, merupakan bentuk dukungan yang dibutuhkan sang anak. Buatlah anak Anda percaya bahwa orangtuanya selalu siap untuk memberikan dukungan, kapan pun dan di mana pun.

Location

Timezone

Asia/Jakarta
Social Networks